Tak ada yang salah  dengan SALJU, band asal Blitang Palembang Sumatera Selatan itu. Catatan karirnya terentang apik, meski di awalnya butuh perjuangan yang tidak ringan. Kalau kemudian mereka merilis album ke tiga Atas Nama Cinta, lebih kepada sebuah penegasan, SALJU akan tetap ada. Dan itu bukan sebuah kesalahan bukan?

SUKSES menyita perhatian dengan dua album terdahulu, SALJU kini kembali menyambangi penggemarnya –mereka disebut Kabut Salju— dengan album baru bertitel Atas Nama Cinta. Bagi penjaga kesetiaan musikalnya Made Herman [vokalis], Elfa Andi Prasetyo [drum] dan Muhamad Ektriano a.k.a Aank [kibordis], album baru ini seperti noktah baru dalam perjalanan karirnya, setelah sempat ditinggalkan beberapa personilnya. Aank adalah personil baru yang diharapkan memberi warna, spirit dan musikalitas yang lebih segar.

Menjadi catatan penting adalah masuknya Aank sebagai personil tetap. Dari album pertama, namanya sebenarnya sudah masuk sebagai additional tetap. Tapi baru di album inilah, pasca hengkangnya dua personil di posisi bass dan gitar, Aank resmi direkrut sebagai personil tetap. Menurut Herman dan Andi sebagai personil pertama, Aank dipilih karena secara emosi dan musikalitas sudah sangat paham dengan Salju.

Album ini menjagokan single ‘Apa Ku Salah’ ciptaan Herman, yang dipilih bukan sekadar pertimbangan pasar semata, tapi karena punya hook-hook yang cepat menempel dari sisi aransemen dan lirik.  Sederhana dalam penghayatannya. Terdengar seperti true story yang melibatkan emosi pendengarnya. Secara lirik, tembang ini bercerita tentang kerinduan seseorang yang setia menantikan kekasih hatinya, yang tiba-tiba menghilang. Sebuah sinopsis cinta yang kerap dialami oleh siapapun bukan?

Klipnya pun dibuat dibuat segaris dengan liriknya. Kisahnya bertutur tentang Herman yang didapuk sebagai laki-laki yang dtinggalkan kekasihnya. Dia berharap kekasihnya berubah dan kembali kepadanya. Sayangnya, harapannya berbeda dengan kenyataan.

Lagu lain yang masuk sebagai penguat materi album ini, punya potensi untuk mejadi hits. Seperti lagu “ABCD”, “Pelita Hati”, “Kini Kau Pergi” atau “I Love U” yang semuanya secara emosi, seperti curhatan kepada pendengarnya. Ada sekitar 10 lagu yang kuat. Satu lagi yang terasa berbeda, aroma kibord sebagai pengisi ruang kosong gitar dan bass [diisi oleh additional], lebih terasa.  Aank tidak membantah, kalau dirinya memberi kontribusi musikal lebih 80 persen di album ini. Dan itulah yang membedakan ambience Salju dibanding album sebelumnya.

SALJU adalah band yang melejit tahun 2008 ketika pertama kali menembus blantika musik Indonesia. Mengusung pop sebagai basis bermusiknya, band yang terbentuk tahun 2005 ini sudah merilis dua album awal, Salju [2008] dan Cuma Kamu [2010].  Tahun 2009, single ‘Kasih’ pernah merajai penjualan RBT di semua provider.  Single lainnya di album sebelumnya juga menjadi hits di beberapa radio.

Single ‘Apa Ku Salah’ pastinya diharap bisa diterima dengan baik dan menyenangkan oleh penggemar lama dan bisa tentu saja diharapkan merangkul penggemar baru.  Atas Nama Cinta adalah pengakuan tertulus dari SALJU kepada penggemar yang tak pernah meninggalkannya.

www.twitter.com/kabut_salju

www.facebook.com/pages/KABUT-SALJU-FANS-SALJU-BAND/318615968394

Category:

Berita